Cara Membuat Hosting Sendiri dan Biaya Yang Dibutuhkan


Doli Yolanda

​Content Manager

web hosting adalah pondasi tidak terlihat dari internet yang akan selalu dibutuhkan setiap waktu. Setiap website yang ada saat ini membutuhkan rumah yang ideal dimana rumah tersebut diharapkan memiliki fasilitas yang paling baru, paling baik, dan tentunya selalu bisa diandalkan. Suatu kewajiban, dimana sebuah website harus memiliki hosting terbaik untuk bisa dioptimalkan fungsi-fungsinya.


Hosting yang bagus adalah hosting yang mampu menampung pengunjung yang singgah ke website, membutuhkan biaya yang sedikit untuk perbaikan, dan bisa bekerja dengan baik setiap waktu.


Tapi, bagaimana cara membuat hosting sendiri? Berapakah biaya membuat hosting sendiri?


Tidak heran jika anda yang mungkin pernah kecewa beberapa kali dengan provider web hosting Indonesia sempat berpikir untuk hosting sendiri website sendiri. Atau mungkin terbesit rasa penasaran dan ingin belajar lebih banyak yang nantinya akan dikembangkan sebagai bisnis berbasis hosting.


Apapaun itu alasannya, mengetahui cara membuat hosting sendiri akan memberikan anda banyak pengetahuan tentang seluk-beluk bisnis ini. Bahkan setelah membaca ini, anda mendapatkan sesuatu yang lebih baik.


Penasaran dengan jawabannya? Ayo kita simak bersama-sama.

featured image membuat hosting sendiri indonesia

Yang Harus Anda Ketahui Sebelum Membuat Hosting Pribadi

Umumnya, pemilik website akan memilih menggunakan hosting terbaik sebagai provider mereka. Dengan begitu, pemilik bisa fokus pada kemjuan website dan bukan bagaimana proses hosting. Tapi adakalanya mereka juga ingin website-website tersebut juga di hosting secara pribadi.


Web hosting pribadi adalah tugas yang sangat berat, baik itu dari segi pengembangan maupun dari segi modal; tapi, membuat hosting pribadi itu adalah hal yang mungkin untuk dilakukan. Membuat hosting sendiri bisa dilakukan dalam skala rumahan dengan penekanan pada minimalisir biaya keluar.


Tapi ada hal-hal yang harus anda ketahui sebelum terjun dalam aktifitas seperti ini agar hosting pribadi tersebut bisa berjalan dengan efektif dan berfungsi seperti hosting pada umumnya.

Web Hosting Membutuhkan Kontrol Kesehatan Server

Menangani dan menjaga server agar selalu prima berarti anda harus memiliki hardware yang sanggup melakukan hal tersebut. Bukan berarti membuat web hosting sendiri akan mendapatkan hasil yang maksimal dengan komputer tua.


Untuk memastikan server hosting tetap online, anda butuh hardware yang memiliki RAM yang cukup, prosesor yang cepat, dan sistem operasi yang cocok. Hardware yang memiliki fungsi seperti ini pastinya mahal karena di desain untuk bekerja 24/7 dan menangani traffic yang konstan. Komputer umum yang digunakan sehari-hari tidak akan mampu melakukan tugas berat seperti ini dan jika dipaksa bisa mengakibatkan komputer itu rusak dengan cepat. Tanpa hardware yang tepat, bisa dipastikan terdapat masalah teknis yang muncul jika memaksakan diri menggunakan komputer biasa.


Selain harus menggunakan hardware yang sangat bagus, and juga harus mempersiapkan sparepartnya untuk jaga-jaga. Karena hardware bagus sekalipun juga masih mengalami kendala teknis yang tidak bisa dihindari. 

Software Server Harus Up-to-date

Ketika anda memilih untuk membuat hosting sendiri, maka datang juga tanggung jawab untuk memilih software yang kompatible. Anda harus menemukan seseorang yang benar-benar memahami bagaimana proses pemasangan untuk software dan juga aplikasi agar bekerja dengan semestinya.


Selain itu, software yang digunakan juga perlu diupdate secara berkala untuk menghindari masalah-masalah teknis baik dari dalam, maupun dari luar. 

Menyita Sebahagian Besar Waktu Anda

Ketika anda memutuskan menggunakan web hosting sendiri, berarti anda akan melakukannya dari A sampai Z; yang berarti kerja keras. Bahkan, menangani web hosting sendiri akan menghabiskan sebagian besar waktu anda untuk satu hal saja.


Belajar melalui pengalaman adalah hal yang berharga, tapi belajar itu membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Jika anda adalah seorang enterprenur, maka manajemen waktu sangat krusial di bagian ini, embuang waktu bukanlah tipe seorang pebisnis.

Membutuhkan Koneksi Internet Super

Berfikir untuk membuat hosting sendiri dengan ISP Telkom? Mungkin anda perlu memikirkannya berulang-ulang kali. Untuk paket level penggunaan sehari-hari saja ISP dari Telkom sudah sering gagal memnuhinya, apalagi anda ingin menggunakannya untuk web hosting sendiri.


Setiap provider web hosting akan koneksi internet level enterprise yang sangat jauh berbeda kualitasnya dengan level penggunaan pribadi. Jaringan seperti ini di ciptakan untuk performa yang optimal untuk pengguna di seluruh dunia. Jaringan ini juga memberikan jaminan uptime dan tim yang selalu stand by untuk memperbaiki isu yang terjadi nanti.


Sesuai dengan levelnya, jaringan seprti ini memiliki harga yang tinggi juga dan biasanya terdapat di daerah tertentu saja di Indonesia.

Keamanan Jaringan Anda Terancam Setiap Saat

Bahkan website penting seperti Ditjen pajak juga bisa kena hack, apalagi website anda. Melakukan port forwarding akan membuka celah yang besar bagi hacker untuk meretas jaringan anda, dan hal tersebut pastinya tidak diinginkan. Jika hal tersebut tidak masalah bagi anda, maka silahkan silahkan pelajari cara membuat hosting sendiri di bawah ini.

Jika Anda ingin memeriksa artikel yang lebih rinci tentang host web, klik tautan di bawah ini.

Cara Membuat Hosting Sendiri Dengan Waktu, Biaya, dan Tenaga Minimal

Untuk membuat hosting sendiri terdapat dua pilihan, menggunakan komputer sendiri atau menyewa dedicated server. Tapi hal yang paling penting yang harus di ingat adalah, membuat hosting sendiri adalah tugas yang membutuhkan tenaga dan biaya, meskipun website yang akan di hosting tidak terlalu besar.


Mengasumsikan komputer anda menggunakan sistem operasi Windows, maka untuk membuat hosting sendiri diawali dengan:

Langkah 1 - Memasang Server WAMP

Jika anda memiliki komputer lama dan tidak terpakai, maka anda bisa menjadikannya sebuah server hosting. Proses menjadikannya sebuah server cukup murah dibantu dengan WAMP (Windows Apache, MySQL, PHP).


Terdapat beberapa program pemasangan dari WAMP, tapi kita akan menggunakan WAMPServer karena lebih gampang. Kunjungi situsnya, dan download program sesuai dengan komputer anda (32 bit atau 64 bit).


Kemudian, direktori baru akan terbentuk secara otomatis yang biasanya memiliki nama "c:\wamp\www". Ini adalah folder yang akan membuat website anda menjadi online. Buat folder baru di direktori tersebut dan masukkan file PHP dan HTML didalamnya.


Pastikan terlebih dahulu apakah WAMPServer bekerja dengan baik dengan cara mengakses "http://localhost".

Langkah 2 - Menguji Server WAMP

Setelah anda memastikan server WAMP bisa digunakan, saatnya untuk menguji apakah semuanya berjalan sesuai dengan seharusnya dengan melakukan tes file PHP dan memasukkannya dalam direktori yang dibuat sebelumnya. Buka Notpad di Windows dan ketik logika berikut:


<title>PHP Test</title>


Save file tersebut dengan nama "info.php" di direktori WAMP dan akses file tersebut dari browser anda dengan alamat "http://localhost/infor.php". Jika browser membuka file kosong tapi nama alamat tertera "localhost/info.php", maka semua aman terkendali dan kita lanjut pada tahap selanjutnya membuat hosting sendiri..

Langkah 3 - Konfigurasi Database MySQL

Jika anda tidak menggunakan WordPress sebagai CMS, maka anda harus menyesuaikan konfigurasi database MySQL. ​


MySQL akan mengorganisir dan mengatur data dari website anda menjadi sebuah database yang dengan cepat menemukan dan mengirimnya dalam sistem. Termasuk CMS seperti WordPress, menggunakan MySQL sebagai salah satu cara untuk mengirim informasi pada pengguna dengan efisien. 


Anda bsa menggunakan database yang sudah ada atau membuat database baru dengan klik pada ikon "PHPMyAdmin" didalam menu "Tool" di layar WampServer. Anda akan dimintai keterangan berupa username dan password. Pada username masukkan "root" dan password dibiarkan tidak terisi.


Jika anda menggunakan CMS seperti WordPress, maka anda bisa skip langkah ini dan lanjut ke langkah ke 4.


Untuk memastikan MySQL bekerja dengan baik, buka browser anda dan ketik "http://localhost/testmysql.php". Alaamat IP dari komputer anda akan ditampilkan beserta informasi terkait koneksi MySQL itu sendiri.

Langkah 4 - Membuat Website Menjadi Online

Konfigurasi software Apache di setting untuk menolak semua koneksi dari bawaannya. Ini berarti hanya komputer anda saja yang bisa mengakses website. Untuk menjadikan website bisa online, maka anda harus merubah settingan Apache terlebih daulu.


Pada menu WampServer, klik pada "Apache" kemudian "httpd-vhosts.conf". Logika yang tertulis disana akan terlihat seperti berikut:

# Virtual Hosts
#
<VirtualHost *:80>
ServerName localhost
ServerAlias localhost
DocumentRoot “${INSTALL_DIR}/www”
<Directory “${INSTALL_DIR}/www/”>
Options +Indexes +Includes +FollowSymLinks +MultiViews
AllowOverride All
Require local
</Directory>
</VirtualHost>

Untuk membuat semua koneksi dari luar selain komputer anda untuk bisa mengakses website, maka anda perlu mengubah logika "require local" menjadi "require all granted" dan cukup seperti itu saja.


Restar server WAMP dengan memilih menu "Restart All Services" pada menu agar perubahan yang anda lakukan bisa diterapkan. Pastikan juga firewall anda tidak memblokir permintaan koneksi website agar lancar.

Langkah 5 - Memberikan Nama Domain

Seperti halnya menggunakan webhosting di BlueHost, maka anda membutuhkan sebuah nama domain. Anda bisa mendapatkannya dengan gratis dari BlueHost jika berlangganan minimal satu tahun dengan harga senilai $2.95 per bulan atau membeli/menggunakan domain yang sudah ada maupun dari registrar lain. Nama domain sangat penting agar orang-orang dengan mudah mengunjungi website anda dan begitu juga dengan server dalam record DNS.


DNS record diperlukan agar website anda bisa diakses melalui nama domainnya. untuk melakukan ini maka anda harus:

  • Update file localhost dengan cara: pergi ke direktori "C:\Windows\system32\drivers\etc\hosts file" kemudian masukkan logika dibawah ini ke baris paling bawah, "192.168.100.15(ganti dengan alamat IP komputer anda) domain.com (nama domain anda).
  • Kemdian anda harus menambahkan file Notepad secara manual ke "C:\wamp\bin\apache\Apache-(masukkan versi Apache)\conf\extra" dan text Notepad yang akan ditulis adalah:

ServerAdmin mail@namaemail.com
DocumentRoot “c:\wamp\www”
ServerName mysite.local

ErrorLog “logs/namadomain.com.log”
CustomLog “logs/namadomain.com-access.log” common

Sekarang anda sudah membuat hosting sendiri dengan biaya seminimal mungkin. Pastikan komputer yang anda gunakan untuk server tidak memakan resource yang terlalu besar. Uninstall semua program-program yang tidak diperlukan dan selalu buka browser dengan keadaan login pada panel server WAMP.


Disable semua program yang tidak perlu berjalan di latar belakang dan juga disable program-program yang jalan ketika startup windows. Jika anda sudah serius dengan hosting pribadi, maka tidak ada salahnya berinvestasi pada hardware yang lebih bagus.

Kesimpulan

Membuat hosting sendiri tidak selalu tentang penghematan. Walaupun untuk tahap awal hosting tersebut bisa berjalan dengan lancar, hal yang berbeda akan terjadi ketika traffic mulai meningkat.


Memiliki web hosting sendiri menggunakan komputer pribadi akan memakan banyak biaya listrik dibandingkan dengan menggunakan web hosting seperti BlueHost. Dalam satu bulan hitungan saja, tagihan listrik anda setara dengan Rp 100.000, sedangkan hosting di BlueHost cuma Rp 45.000; itupun anda sudah mendapatkan semua kebutuhan website, mulai dari keamanan, kecepatan server, uptime, hingga layanan pelanggan. Belum lagi memikirkan kWh yang kecil, pastinya membuat sekring naik-turun selalu jika pemakaian barang elektronik menyala semua.


Tapi, membuat hosting sendiri merupakan pilihan anda dalam memahami dan mendalami apa itu web hosting. Sekarang anda sudah paham kelebihan dan kekurangan menggunakan hosting sendiri, dan terlihat jelas sangat tidak efisien, baik dari segi biaya maupun tenaga.

Membuat Hosting Sendiri Melelahkan Ya?

Mulai dari biaya, tenaga, dan pikiran, membuat hosting sendiri bukanlah perara yang mudah. Apalagi bagi anda yang berjiwa simpel dan tidak ingin ribet, membuat hosting sendiri bukanlah pilihan yang tepat. 


Disisi lain, menggunakan web hosting merupakan pilihan yang benar-benar mengehemat biaya, tenaga, dan pikiran anda sehingga bisa berfokus pada bisnis dan konten website secara maksimal.  Tapi web hosting manakah yang tepat? Jawabannya anda bisa lihat dengan klik tombol dibawah dan bandingkan sendiri 5 web hosting terbaik di tahun 2020, mulai dari kelebihan hingga kekurangannya.